Politik Internasional dalam Studi Hubungan Internasional

Politik Internasional merupakan salah satu pokok bahasan dalam Studi Hubungan Internasional. Studi Politik Internasional dianggap identik dengan Studi HI karena munculnya karya fenomenal Hans J. Morgenthou dan Frederick Schuman yang menjadi rujukan para sarjana HI banyak membahas mengenai power politics. Pada akhir 1950-an, akhir 1960 an dengan perkembangan pemikiran behavioralisme, para penstudi HI banyak yang memahami bahwa Studi Politik Internasional tidak sama dan sebangun dengan Studi HI (Bakry, 2017).

Morgenthau (1960) mendefinisikan politik sebagai “upaya memperjuangkan kekuasaan atau struggle for power”. Setiap negara dalam arena politik internasional akan berupaya untuk mengejar power dengan berbagai instrumen yang dimiliki. Sehingga kepentingan nasional (interest) yang selalu dikejar oleh negara adalah power. Politik internasional diasumsikan sebagai arena dimana negara-negara melakukan struggle for power demi keberlangsungan (survival) dan pencapaian kepentingan nasional.

Menurut Lasswell (1936 dalam Caporaso dan Levine, 2015), politik diartikan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana?”, who gets what, when, and how?, maka Politik Internasional adalah studi mengenai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana, who gets what, when, and how dalam arena internasional”. Menurut K.J Holsti, politik internasional dimaknai sebagai pola tindakan negara terhadap lingkungan eksternal sebagai reaksi atas respon negara lain. Lebih lanjut dijelaskan bahwa hakikat dari politik Internasional mencakup hubungan-hubungan, aksi-reaksi, tindakan dan respon negara terhadap kebijakan luar negeri negara lain. Pola interaksi antar negara juga terjadi dalam institusi regional dan global seperti halnya ASEAN, PBB, APEC dll.

Kajian Politik Internasional menekankan pada aspek pola perilaku negara sebagai aktor utama dalam politik internasional. Pokok bahasan dalam politik internasional mencakup unsur power, kepentingan, dan tindakan. Selain itu, Politik Internasional juga mencakup perhatian terhadap Sistem Internasional, deterrence, dan pola perilaku para pembuat keputusan dalam situasi konflik. Sistem internasional terdiri dari banyak tipe aktor. Dalam hal ini negara merupakan aktor yang paling penting dalam system internasional (Rourke, 2017)

Sebagian peristiwa internasional yang muncul merupakan bagian dari dinamika yang terjadi dalam perilaku negara ketika mengambil kebijakan dan merespon kebijakan luar negeri negara lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun perkembangan politik domestic berpengaruh terhadap politik internasional demikian sebaliknya, namun sangatlah penting untuk memahami perbedaan antara politik internasional dan politik domestic yaitu politik dalam situasi anarki (politics within anarchy) dan politik dalam suatu pemerintahan (politics under a government). Realitas politik internasional sangatlah berbeda dengan politik domestic. Sehingga kajian dalam politik internasional menekankan pada perilaku negara dalam situasi anarki.

Semakin berkembangnya hubungan internasional juga semakin memperluas kajian dalam studi politik internasional. Kajian ekonomi politik internasional menjadi salah satu sub bidang dalam politik internasional pada era 1970an. Perkembangan dalam studi keamanan, dan lingkungan juga memperkaya kajian dalam politik internasional. Kritik feminisme, postmodernisme dan konstruktivis turut ambil bagian dalam perkembangan studi politik internasional. Pasca Perang Dingin, munculnya isu mengenai moralitas, hak asasi manusia, kedaulatan, dan tanggung jawab internasional, terorisme, humanitarian intervention dan munculnya kekuatan baru seperti BRIC’s menjadi pokok bahasan dalam studi politik internasional.

Politik internasional mempengaruhi aspek kehidupan seperti dalam aspek keamanan, ekonomi, sosial, keuangan, budaya (Rourke, 2017). Semakin meningkatnya tanggung jawab global dalam rangka mengatasi peristiwa peristiwa internasional secara tidak langsung dipengaruhi oleh politik. Misalnya saja, perubahan iklim. Politik memang tidak berdampak pada peruban iklim, namun respon negara untuk mengatasi perubahan iklim yang berdampak pada aspek kehidupan seluruh umat manusia dipengaruhi oleh politik. Proses politik diperlukan dalam upaya untuk mencapai kesepakatan internasional seperti halnya dalam UNFCC. Selain itu, peristiwa penyerangan menara kembar WTC oleh sekelompok orang yang disebut sebagai teroris pada 9 September 2001 meningkatkan perhatian dunia untuk memerangi terorisme. Pasca 9/11, Kebijakan Amerika Serikat terkait “global war on teror” memunculkan respon yang bervariasi dari negara negara di dunia. Respon inilah yang menjadi kajian dalam politik internasional.

Bagan 1 : Studi Politik Internasional

Sumber : KJ Holsti. (1983). International Politics: A Framework for Analysis. New Jersey: Prentice Hall, Inc

Studi politik internasional mempelajari semua bentuk interaksi antar negara yang berdampak pada perubahan tujuan/kepentingan pemerintah atau sebuah tindakan yang dilakukan oleh pemerintah suatu negara untuk memperoleh tujuan baik militer atau politik. Respon suatu negara terhadap kebijakan luar negeri negara lain merupakan kajian dalam politik internasional seperti tergambar dalam bagan 1. Misalnya: pertandingan tenis meja atau ping pong antara China-Amerika Serikat menjadi kajian dalam politik internasional karena ping pong digunakan sebagai alat oleh pemerintah China untuk meningkatkan hubungan diplomatic dengan Amerika Serikat yang kemudian disebut “diplomasi ping pong” sedangkan pertandingan tenis meja antara Australia dan New Zeland dianggap biasa saja. Dalam Studi Politik Internasional juga fokus pada masalah perdagangan internasional hanya ketika perdagangan internasional berdampak pada perubahan kebijakan pemerintah sebagai respon atas kebijakan negara lain atau perubahan system internasional. Respon negara dapat dilihat ketika pemerintah mengancam, memberi sanksi atau imbalan untuk kepentingan politik. Misalnya Perdagangan antara Amerika Serikat dengan Cina menjadi kajian dalam politik internasional ketika muncul perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina. Perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat terkait dengan produk hewan, holtikultura menjadi kajian dalam politik internasional ketika Amerika Serikat mengajukan kebijakan Indonesia

Daftar Pustaka

Bakry, Umar Suryadi. (2017). Dasar-Dasar Hubungan Internasional. Depok: Kencana

Caporaso, James A dan David P. Levine. (2015). Teori-teori Ekonomi Politik (terj). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Holsti, KJ. (1983). International Politics: A Framework for Analysis. New Jersey: Prentice Hall, Inc

Morgenthau, Hans J. (1948). Politics Among Nations: The Struggle for Power and Peace. New York: Albert A. Knopf Inc

Rourke, John T. (2008). International Politics on The World Stage. New York: McGraw-Hill